Holiday in Hokkaido, Japan

Setelah berjalan-jalan di sekitaran KL Sentral dan KLCC (baca Pengalaman Transit 14 jam di Kuala Lumpur dan Pengalaman mengurus sendiri visa ke Jepang), dan selesai istirahat di concorde inn KLIA, lalu kami (saya, suami, dan putri saya yang masih berumur 3 tahun) pergi menuju KLIA2 untuk melanjutkan penerbangan ke bandara shin chitose, Chitose, Hokkaido, Jepang. Oh iya, pembatasan cairan maksimal 100 ml ke dalam kabin tidak berlaku untuk susu formula dan obat-obatan. Koper saya berisi tremos air panas 1 liter, saat melalui ct scan bandara baik juanda maupun klia2, lolos tanpa ditanya macam-macam.

Penerbangan kami dari klia2 menuju shin chitose airport adalah pukul 23.35 waktu Kuala Lumpur. Perbedaan waktu Kuala Lumpur dan Surabaya adalah 1 jam lebih awal di Kuala Lumpur. Jika di Indonesia seperti WITA (Waktu Indonesia Tengah). Dan perbedaan waktu antara Kuala Lumpur dengan Sapporo adalah 1 jam lebih awal di Sapporo. Jika di Indonesia sama dengan WIT (Waktu Indonesia Timur).

Tiba di terminal keberangkatan ke Sapporo di klia2, kami menyerahkan paspor yang sudah bervisa Jepang tentunya. Dan petugas juga meminta bukti tiket kembali dari Sapporo. Petugasnya 2 orang laki-laki dan perempuan yang memang dari wajahnya saja sudah garang dan sepertinya mereka berdua adalah keturunan India namun bisa berbahasa melayu. Setelah diperiksa, akhirnya kami duduk di ruang tunggu. Awalnya sepi, tapi lama kelamaan mulai ramai dan saya perhatikan sebagian besar pelancong yang satu pesawat dengan saya ke Sapporo ini adalah orang Malaysia keturunan tiongkok. Ada beberapa yg keturunan melayu, tapi perkiraan saya gak sampai 15 orang. Dan sebagian besar paspornya berwarna merah bertuliskan Malaysia. Sepertinya sih nggak ada yang paspornya berwarna hijau berlambang garuda. Hahaha….

Waktu tempuh pesawat terbang dari klia2 ke shin chitose sekitar 7,5 jam. Syukurlah karena terbangnya malam hari, anak saya waktunya tidur. Jadi dia tidak rewel di pesawat karena dari take off sampai landing tidur terus. Begitupun ayah dan bundanya😀.

Ketika akan tiba di Sapporo, pilot memberi tahu bahwa suhu udara di Kota Sapporo sebesar 11 derajat celcius. Wow, dingin sekali. Saya intip dari jendela pesawat, awannya rapat-rapat sehingga sepertinya sinar mataharinya tidak menembus ke daratan. Wow…pasti dingin sekali. Saat di dalam pesawat, para kru kabin membagikan kartu embarkasi dan disembarkasi yang nantinya harus diserahkan ke imigrasi jepang. Waduh, saya lupa nggak bawa bolpoin. Akhirnya pinjam ke awak kabin deh. Catatan penting ya kawan, selalu bawa bolpoin saat akan bepergian ke luar negeri.

Akhirnya pesawat mendarat di shin chitose airport. Begitu turun dari pesawat, semua penumpang harus melewati semacam alat scanning suhu tubuh untuk mencegah masuknya virus zika ke jepang sebelum menuju imigrasi. Setelah itu kami mengantri menuju imigrasi. Saat di imigrasi, petugas hanya mengecek paspor dan meminta kartu embarkasi dan disembarkasi yang dibagikan di pesawat. Lalu kami menuju pintu keluar. Di pintu keluar pun, tas diperiksa lagi oleh petugas dan dibuka-buka. Ketika giliran kami, hanya tas suami saya yang dibuka-buka oleh petugas. Sedangkan tas saya dan koper anak saya tidak diperiksa. Usut punya usut setelah dengar cerita teman saya, katanya orang jepang ini sangat mencintai anak-anak. Jadi jika ada ibu-ibu yang menggendong anak kecil di bandara, kemungkinan tidak akan dipersulit. So sweet….

Keluar dari imigrasi, kami langsung disambut oleh doraemon. Wow…kesukaan saya sejak kecil dan kini juga menjadi kesukaan anak saya.

P_20160516_083257

Rasanya excited sekali. Nggak percaya…saya sudah berada di jepang.

13227197_10209308753457555_5575197914159430424_n

Segera saya mencari wifi bandara dan menghubungi teman saya. Ternyata dia nggak bisa jemput ke bandara karena anaknya sedang sakit. Saya disuruh naik Japan Rapid Train (JR Train) dan turun di Sapporo eki (Sapporo Station). Nanti dia bakal jemput di Sapporo eki. Ya akhirnya memberanikan diri tanya-tanya ke petugas dengan bahasa inggris, dan beli tiketnya pun dipandu oleh petugas. Akhirnya kami pun naik JR Train. Namun kami apes juga akhirnya. Karena kami tidak tahu kalau gerbong yang kami naiki ternyata gerbong reserved. Saat petugas meminta kartu reserved, jelas kami tak punya karena kami beli tiket biasa. Akhirnya kami kena denda 1.400 yen atau sekitar 175.000 rupiah. Huhuhu…..gapapa deh pengalaman. Sambil duduk kami menikmati perjalanan menggunakan JR Train yang menempuh 50 menit dari Shin Chitose Airport ke Sapporo eki dengan beberapa kali pemberhentian yang sekali berhenti nggak lama, nggak sampai 3 menit. Pemandangan luar biasa yang belum pernah saya temui di Indonesia. Bunga-bunga bermekaran berwarna-warni, indah sekali karena memang Jepang sedang memasuki musim semi.

Setibanya di Sapporo eki, saya susah sekali mencari wifi. Banyak wifi tapi secured semua. Pusing mencari-cari akhirnya nemulah telepon umum. Wah, sungguh menolong sekali telepon umumnya. Di Indonesia, telepon umum bahkan sudah tidak ada. Akhirnya saya telpon teman saya bahwa saya sudah berada di Sapporo eki. Dan beberapa menit kemudian, teman saya datang bersama anaknya. Dan kamipun menuju ke apartemen tempat saya akan menginap dengan menggunakan taxi yang biayanya sekitar 830 yen.

Foto di depan Sapporo eki. Suhu udara mencapai 11 derajat celcius. Berangin dan gerimis tipis-tipis.

13239390_10209310231174497_1177250097817589717_n

Setiba di apato (apartemen) tempat kami menginap, kami istirahat dulu, makan, mandi. Saat suami teman saya sudah datang dari kuliah S3nya untuk menjaga anaknya, akhirnya teman saya mengajak keluar ke mall daimaru. Disana saya belanja ke daiso, toko barang2 unik serba 100 yen atau 12.000-an rupiah. Bikin kalap aja nih. Mborong barang-barang khas jepang yang unik untuk dijadikan oleh-oleh. Magrib waktu Sapporo pun tiba, teman saya pun mengajak kami untuk solat di prayer room di daimaru. Wow…mall di jepang ada mushollanya. Kereeeen. Masuk ke musholla kita mengisi nama dan kewarganegaraan. Tapi sayang tak ada mukena. Untungnya baju saya tertutup semua, dan saya juga memakai kaos kaki. Bisalah solat meski tanpa mukena.

Prayer Room untuk muslim di daimaru Sapporo

P_20160516_175511

Esoknya kami jalan-jalan menuju Akarenga dan Hokkaido University. Selama di Jepang, moda transportasi yang kami gunakan adalah subway atau kereta bawah tanah dan sesekali naik taxi.

Subway di stasiun kita juhachi jo

P_20160516_174352

 

Akarenga

13254341_10209317174708081_6595517398758151282_n

 

Hokkaido University

13240680_10209317174428074_988365671088380535_n

 

Hari ketiga kami jalan-jalan ke odori park dan naik ke Sapporo tv tower

Odori park. Suhu udara sore itu mencapai 17 derajat celcius.

13266123_10209326240694725_263688166008699047_n

 

360 degree panoramic view from height 90.38 meters at Sapporo Tv Tower

13226920_10209326117931656_5372259827924900232_n

Untuk naik ke atas tv tower, dikenakan biaya 720 yen untuk orang dewasa, dan anak saya kena 100 yen saja. Diatas ketinggian 90.38 meter ini, selain bisa melihat pemandangan kota Sapporo ke segala arah, juga menjual souvenir khas tv tower Sapporo.

Di hari keempat, kami mengunjungi shiroi koibito park. Disana kami naik kereta-keretaan yang memutari taman. Orang dewasa kena 300 yen, sedang anak-anak 200 yen.

Shiroi koibito park

13226670_10209332269365438_2360863299101644785_n

13263928_10209332268805424_3116388869498116646_n

Dari shiroi koibito park, kami melanjutkan naik subway menuju restoran udon

13256476_10209332276005604_1388747709604646947_n

13263839_10209332275365588_1234986946434558170_n

Hari kelima saatnya kembali ke tanah air, dan tentu saja transit dulu di kuala lumpur. Namun tidak seperti saat berangkat yang transitnya sampai 14 jam, saat pulang kami transit hanya 2,5 jam. Ada yang berbeda saat naik pesawat dari shin chitose ini. Jika di juanda maupun klia2 cairan tremos air panas 1 liter yang saya bawa lolos dengan mudah, di shin chitose petugas membuka tas kami dan membaui cairan di tremos bahkan susu anak saya yang di botol pun disuruh dibuka juga untuk dibau oleh petugas apakah benar-benar susu atau cairan berbahaya. Setelah yakin bahwa itu aman barulah kami menuju imigrasi untuk keluar dari negara Jepang. Wah ketat sekali ya bandara di jepang.

Comments (1) »

Pengalaman Transit 14 jam di Kuala Lumpur

Hari yang dinanti-nanti telah tiba. Akhirnya saya liburan juga ke Jepang. Pesawat saya berangkat dari Surabaya pukul 5.10 waktu setempat menuju Kuala Lumpur di bandara Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2), dan dari Kuala Lumpur dilanjutkan ke Sapporo, Hokkaido yang terbang pada pukul 23.15 waktu setempat. Itu artinya saya punya waktu lebih dari 14 jam di Kuala Lumpur.

Saya memutuskan untuk berfoto-foto saja di depan twin tower petronas. Karena belum ke Malaysia rasanya kalau belum berfoto-foto di depan twin tower. Dan karena kami berlibur dengan putri saya yang masih batita, kami mengambil hotel yang tidak jauh dari KLIA2, yakni concorde inn yang tiap 60 menit ada shuttle busnya di ground floor KLIA2. Saat turun dari pesawat, kami segera bergegas menuju imigrasi.

KLIA2 teramat sangat luas. Dari turun pesawat hingga ke imigrasi dengan berjalan kaki saja bisa mencapai 15-20 menit. Apalagi kami membawa anak batita, dan tentu saja suami saya yang menggendong si kecil. Di KLIA2 ada mobil listrik yang memang dikhusukan bagi para penumpang pesawat untuk diantar sampai tangga menuju imigrasi. Satu mobil hanya muat untuk satu sopir dan 4 penumpang dewasa. Saat berangkat saya tidak naik mobil ini. Tapi saat pulang dari jepang, saya sempat merasakan naik mobil ini. Itupun langsung dihampiri sang pengemudi karena mungkin kasihan liat saya menggendong batita. Dan barengan kami naik adalah para lansia. Sepertinya memang diutamakan yang menaiki mobil tersebut adalah para lansia atau ibu-ibu yang menggendong anak kecil.

P_20160515_081723

P_20160515_202714

Saat paspor distempel di imigrasi, saya dan suami bertanya-tanya ke petugas imigrasi, bagaimana caranya untuk ke KL Sentral. Kami sih bertanya pake bahasa indonesia saja, dia ngerti kok. Lalu dijawab pake bahasa melayu. Kami disarankan naik KL Express saja. Tiket bisa dibeli di loket setelah pintu keluar. Harga sekitar RM 55 pulang pergi dari KLIA2 ke KL Sentral. Untuk anak-anak lebih murah. Saya lupa detilnya, mungkin sekitar RM 30 pulang pergi. Jalur KLIA Express adalah KLIA2 – KLIA1 – KL Sentral dengan waktu tempuh dari KLIA2 menuju KL sentral sekitar 50 menit. Asyik sekali menikmati pemandangan negara Malaysia dari kereta yang digadang-gadang sebagai kereta tercepat di Asia Tenggara.

Foto didalam KLIA Express

P_20160515_085651_BF

Sesampainya di KL Sentral, kami sarapan dulu di McD. Lapar banget karena memang belum sarapan dari Surabaya. Selesai sarapan, kami menuju Tourism Information di KL Sentral untuk bertanya bagaimana caranya menuju ke Twin Tower. Dijelaskan disana disuruh naik kereta lagi ke KLCC nanti turun di ini itu. Aduh daripada bingung akhirnya kami memutuskan naik taxi saja.

Di depan KL Sentral, banyak taxi budget. Akhirnya kami memilih moda transportasi taxi untuk sekedar berfoto di depan Twin Tower sebagai kenang-kenangan bahwa kami pernah ke Malaysia. Hehehe.

13082521_10209302612904045_2942597435125878317_n

Setelah puas berfoto-foto, kami kembali lagi ke KLIA2 untuk menuju pemberhentian shuttle bus concorde inn untuk beristirahat dan juga cuci-cuci botol dan dot anak saya. Dan pukul 23.35 waktu Kuala Lumpur kami melanjutkan penerbangan ke Sapporo, Hokkaido, Jepang.

Leave a comment »

Pengalaman mengurus sendiri visa ke Jepang

Alhamdulillah akhirnya Allah memberi saya sekeluarga kesempatan untuk berlibur ke Jepang. Teman SMA saya yang baik hati yang suaminya sedang menyelesaikan studinya di Hokkaido University menawarkan untuk mengunjunginya di Hokkaido.

Saya akan menceritakan pengalaman saya mengurus visa sendiri di kedutaan Jepang dengan jenis Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan biaya sendiri tanpa kenalan keluarga/teman, tanpa melalui travel. Meski di Hokkaido nantinya saya memang akan dijemput teman saya, tapi pengurusan visa saya adalah murni turis tanpa kenalan keluarga atau teman di Jepang. Jadi saat mengisi form pengajuan visa, kenalan di Jepang saya isi NONE.

Sekedar catatan, paspor saya adalah paspor non elektronik alias bukan e-paspor. Denger-denger untuk e-paspor memang gratis, tapi tetap mengurus visa waiver yang sekali urus bisa dipakai berkali-kali hingga 3 tahun atau masa berlaku paspor habis mana yang lebih cepat. Dan visa waiver ini gratis. Nah sekarang yang saya bahas adalah mengurus visa dengan paspor non-elektronik. Biaya pembuatan visa jepang harganya selalu diupdate tiap 1 april. Entah tetap, naik, atau bahkan turun. Saat saya megurus visa jepang, biayanya sekitar 330rb per visa.

Saya berangkat ke Jepang bertiga yakni saya, suami, dan putri saya yang masih berusia 3 tahun. Suami berdomisili di jakarta karena dia bekerja di jakarta, sehingga dia mengurus visa jepangnya di kedutaan jepang jakarta. Sedangkan saya berdomisili dan bekerja di Surabaya, jadi saya ngurus visa untuk saya dan anak saya di Konsulat Jepang Surabaya yang berada di Jalan Sumatera. Dan ini adalah pertama kali bagi saya dan suami saya keluar negeri. Jelas donk paspornya masih polos..los..los.

Berikut link untuk mengurus visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan biaya sendiri : website kedutaan jepang

Disarankan mengurus visa paling lambat 2 minggu sebelum berangkat ya. Juga jangan terlalu dini, takut pas sampai disana malah habis masa berlaku visanya. Idealnya 2 bulan sampai 2 minggu sebelum berangkat. Masa berlaku visa turis adalah 3 bulan sejak tanggal visa diterbitkan dengan masa tinggal di Jepang maksimal 15 hari. Jam buka kedutaan Jepang untuk pengajuan visa pukul 8.30 – 12.00. Sedangkan pengambilan paspor buka mulai pukul 13.30 – 15.00. Jika tidak ada masalah, maka visa selesai dalam 4 hari kerja.

Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket

Berikut penjelasan poin-poin diatas :

  1. Paspor yang masa berlakunya lebih dari 6 bulan
  2. Formulir permohonan visa bisa didownload dan diisi online lalu diprint atau diprint dulu baru tulis tangan nggak masalah. Untuk foto, bisa foto di studio foto bilang saja mau ngurus visa ke Jepang. Rata-rata studio foto besar sudah pada tahu. Saya foto di studio foto untuk 2 orang, saya dan anak saya, cuma habis 50rb saja sudah dapet masing-masing 4 foto.
  3. Fotokopi KTP atau surat keterangan domisili. Nah berhubung putri saya belum memiliki KTP, maka akta kelahiran dan KK saya sertakan. Namun itu masuk di urutan 7.
  4. Fotokopi Kartu mahasiswa hanya bila masih berstatus mahasiswa. Karena setahu saya bila masih berstatus mahasiswa khususnya S1, maka biaya visanya menjadi gratis. Berhubung saya bukan mahasiswa lagi, poin ini saya lewati😀
  5. Bukti pemesanan tiket. Saya beli tiket di travel. Saya sertakan print-print-an tiket pulang pergi menggunakan Air Asia. Tiket saya PP per orang kena hampir 7 juta. Termasuk mahal sih gara-gara menunda-nunda terus belinya😀. Kalo punya kenalan travel, bisa pake tiket dummy. Mungkin untuk jaga-jaga siapa tau visa ditolak. Tapi kemungkinan ditolak sih kecil sepertinya, asalkan berkas lengkap dan memuaskan. Buktinya, meski paspor saya masih polos, disetujui tuh visa jepang saya.
  6. Itinerary atau jadwal perjalanan selama di Jepang. Bisa didownload linknya dari web kedutaan. Atau mau nyontek punya saya boleh. Tapi itinerary saya hanya sekitaran Prefektur Hokkaido. Itupun hanya 2 kota saja yakni Sapporo dan Otaru. vish_itnr
  7. Nah karena saya mengurus visa dengan menyertakan anak saya, maka saya melampirkan akta dan KK.
  8. Nah ini yang jadi pertanyaan sekaligus momok bagi banyak orang. Jaminan rekening kita. Minimal berapa sih? Banyak blog yang menyebut bahwa jumlah rekening minimal 1 juta x masa tinggal di Jepang ditambah tiket pulang. Tapi ada beberapa blog yang menyebut minimal 40 juta per orang. Wow.

Nah karena suami saya mengurus visa di Jakarta, saya suruh dia urus dulu visanya. Saat itu isi rekeningnya sekitar 16 juta, daaaannnn Alhamdulillah jadi deh visa suami. Tiga minggu setelah visa suami jadi, giliran saya mengurus visa di Konsulat Jepang di Surabaya. Semua persyaratan sudah saya penuhi, dan rekening saya berisi 20 juta untuk 2 orang, yakni saya dan putri saya. Tiba saatnya saya tiba di Konsulat jenderal Jepang Surabaya. Disana semua alat elektronik harus dititipkan di pos satpam dan akan diberi kartu tanda penitipan. Tas boleh dibawa masuk tapi harus melewati CT Scan seperti kalo mau masuk di bandara. Begitu masuk ke ruangan, silakan ambil nomor antrian. saat nomor antrian saya dipanggil, saya serahkan berkas saya yang sudah saya urutkan. Lalu saat diteliti oleh petugas loket, mbak-mbak berhijab bilang ke saya “Mbak, nggak ada rekening lain ya? Kalo 20 juta ini kurang untuk 2 orang”. Saya langsung deg, syok. Lalu saya jawab “ada rekening suami”. Lalu si mbaknya bilang “Iya gak papa, nanti sertakan juga surat nikah untuk bukti”. Lalu saya nanya lagi “misalnya ada penambahan rekening secara mendadak, boleh?”, dan mbaknya bilang boleh.

Lalu seketika itu saya telpon ortu saya, suami saya, sampai adik saya. Saya mau pinjam uang sebesar 20 juta. Mama saya sempat mengomel-ngomel. Karna saya yang mau plesiran malah nyusahin banyak orang . Wakakakak….maafin anakmu ini ma. Setelah terkumpul pinjaman sebesar 20 juta, saya langsung menuju ke Bank untuk setor uang ke tabungan. Setelah terkumpul 40 juta, lalu saya fotokopi buku tabungan saya, langsung kembali ke kedutaan di hari yang sama.  Saya kembali ke Kedutaan dan ternyata pak satpamnya mengingat saya “Loh kok balik lagi mbak”. Saya jawab “iya pak, ada yang kurang”. “Apa yang kurang mbak?” tanya si pak satpam. “Isi tabungan pak”, jawab saya dengan malu malu. Lalu pak satpamnya tertawa sambil berkata “iyo mbak, sing penting iku pancen sangune (iya mbak, yang penting itu memang uang sakunya)”. Wakakak….

Lalu saat masuk di ruang tunggu, dan tiba giliran nomor saya dipanggil, saya serahkan berkas saya. Dilihat-lihat lagi oleh petugas loketnya, dan oke. Lalu saya diberi tanda terima.

Penampakan tanda terima dari kedutaan

P_20160408_095610

Saya mengajukan pada hari rabu, jika dalam 4 hari kerja tidak ada telpon dari kedutaan, maka senin paspor sudah bisa diambil. Tibalah saat hari senin tiba, saya pergi ke kedutaan sekitar pukul 14.00. Masuk, seperti biasa semua alat elektronik dititipkan di pos stapam. Sampai di ruang tunggu, menunggu nomor antrian diambil. Barengan saya mengurus visa ini rata-rata dari travel yang sekali urus paspornya langsung segebok. Sedangkan saya hanyalah wanita berseragam pns perhubungan. Hahaha. Saat nomor saya dipanggil, saya menuju loket dan dimintai biaya sebesar 330rb x 2 = 660rb. Lalu paspor saya dan anak saya diserahkan, dan tadaaaaa…..Alhamdulilah Jepang sudah di depan mata.

P_20160413_192145

Leave a comment »

Mitos-mitos Menebak Jenis Kelamin sejak dalam Kandungan tanpa USG

1. Berat badan ayah

Mitos: Jika berat badan suami bertambah selama kehamilan maka anaknya perempuan, sebaliknya jika berkurang atau sama saja maka anaknya laki-laki.

Fakta: Sebuah penelitian di Denmark membuktikan sebagian besar pria memang tidak mengalami kenaikan berat badan saat istrinya mengandung anak laki-laki. Tidak diketahui penyebabnya, yang jelas hanya 5 di antara 100 pria yang menjadi lebih gemuk saat istrinya mengandung anak laki-laki.

2. Pilihan rasa saat ngidam

Mitos: Wanita yang menandung anak perempuan lebih sering ngidam makanan yang manis-manis termasuk cokelat, sementara jika mengandung anak laki-laki maka lebih sering ngidam makanan asin.

Fakta: Tidak ada data yang membuktikan kebenaran mitos ini, kebanyakan teori lebih mengaitkan pilihan makanan saat ngidam dengan kebutuhan nutrisi. Misalnya saat tubuh butuh lebih banyak garam, maka calon ibu akan ngidam makanan asin.

3. Bentuk wajah calon ibu

Mitos: Jika bentuk wajah menjadi lebih bulat maka kemungkinan besar anaknya perempuan.

Fakta: Hampir semua wanita mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan sehingga wajahnya menjadi lebih bulat, tidak peduli anaknya laki-laki atau perempuan.

Penelitian di Prancis membuktikan jerawat justru lebih berhubungan dengan jenis kelamin bayi. Dalam penelitian tersebut, 90 persen ibu hamil yang jerawat di wajahnya tambah banyak cenderung melahirkan anak perempuan.

4. Denyut jantung

Mitos: Wanita yang mengandung bayi laki-laki memiliki denyut jantung rata-rata di bawah 140/menit, sementara jika mengandung bayi perempuan denyut jantungnya di atas 140/menit.

Fakta: Penelitian membuktikan bayi perempuan memang cenderung memiliki denyut jantung lebih tinggi, namun perbedaan itu hanya bisa diukur setelah bayi lahir.

5. Perbedaan ukuran payudara

Mitos: Jika payudara kanan lebih besar maka bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki, jika payudara kiri yang lebih besar maka bayinya perempuan.

Fakta: Perubahan hormonal dan produksi air susu membuat ukuran payudara membesar selama kehamilan. Namun tidak ada bukti bahwa perbedaan ukuran payudara kiri dan kanan berhubungan dengan jenis kelamin bayi.

6. Morning sickness

Mitos: Jika morning sicknes yang dialami ibu hamil sangat parah, kemungkinan besar anaknya perempuan. Sebaliknya jika tidak mengalami morning sickness atau tidak terlalu berat, kemungkinan bayinya laki-laki.

Fakta: Perbedaan hormon yang dihasilkan janin perempuan dan laki-laki diduga memicu perbedaan pada derajat morning sickness yang dirasakan. Penelitian di Swedia antara tahun 1987-1995 membuktikan bahwa mitos tersebut benar.

7. Suhu di telapak kaki

Mitos: Jika kaki ibu hamil sering terasa dingin seperti es, kemungkinan besar anaknya laki-laki.

Fakta: Peneliti dari Jerman, Dr Alexander Nachnamen membenarkan mitos tersebut. Wanita yang mengandung bayi laki-laki lebih sering mengalami gangguan peredaran darah sehingga telapak kakinya terasa dingin saat diraba.

8. Insting calon ibu

Mitos: Tebakan calon ibu tentang jenis kelamin bayi biasanya lebih akurat dibandingkan suami atau kerabat yang lain.

Fakta: Tebakan paling jitu tentu saja diperoleh berdasarkan hasil ultrasonografi (USG). Namun jika mengandalkan insting, 71 persen tebakan seorang calon ibu tentang jenis kelamin bayi yang dikandungnya selalu benar.

Comments (1) »

LOWONGAN KERJA MELALUI DISNAKER KOTA SURABAYA

PT. Arwinto Intan Wijaya, pengelola gedung DTC Wonokromo membutuhkan tenaga kerja dengan posisi sebagai berikut :

1. RECEPTION, dengan persyaratan :

  • Perempuan usia max 25 tahun
  • Pendidikan SMK/D1
  • Penampilan menarik (Good Looking)
  • Sopan, Jujur, komunikasi lancar
  • Bisa Komputer

2. STAF EDP, dengan persyaratan :

  • Laki-laki / Perempuan
  • Pendidikan S1 Informatika
  • Jujur, disiplin, dan berdedikasi tinggi

Untuk info lebih lanjut, silahkan datang ke kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya Jalan Jemursari Timur II/2 Surabaya atau hubungi (031) 8481040 ext. 106 dengan Bu Yuni Tjahyawati paling lambat Senin 28 Pebruari 2011.

Pesan TS : Tolong sebarkan ke teman-teman yang belum bekerja, terutama yang berdomisili di Surabaya.

Comments (2) »

Suami berhati malaikat

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini. Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak. Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi. Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’. Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata: “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang. “Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya. ”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis ” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.

Dear my friends, that’s a true story from someone who taugh me about the important of investment three years ago. I wish i could be someone like him…to give all attention to family..i believe family is our precious thing..more than money or gold.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/tri-junaedi-sabri/suami-berhati-malaikat/241958797481

Comments (1) »

Bahaya Pornografi Sesungguhnya Secara Detail yang Sangat Amat Perlu Anda Tahu ! (Copy Paste tanpa edit)


Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang psikolog senior di negara Amerika sana.


Sedangkan Ibu Elly Risman,Psi adalah pakarnya parenting di Indonesai ini.

Dia berkata :

” percayalah pornografi adalah suatu bencana yang kita sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran . “

” Negara kita dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara. Negara kita bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – 0bat dengan penelitian ilmuwan kami. “

” Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan untuk melawannya. “

Oia, merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam.

Ya ! anak – anak di Amerika sana serta remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu. Waktu lagi parah – parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran penyakit satu negara.

Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang lagi merebak – rebaknya !

” Maka dari itu saya datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah melewati itu sekarang. “

Dia juga berkata : ” I love your country, I love your people ”

( Saya sempat terharu mendengarnya )

2 detik kemudian saya tertawa, karena berikutnya dia mengatakan : ” I love your cendol too “

Gurakrak hahaha !

———————————–<>———————————————————————

Inilah “daging” dari artikel ini !

———————————–<>———————————————————————

* Dopamine *
Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda kerjakan…

Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,…..

YES !!!!!! I Got IT !!!!! Alhamdullillah !

Bagaimana perasaanya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia !

Sepertu itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada.

Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.

Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK, apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ???

Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul gak ???

Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.

NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !

Ilustrasi :

1. Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )

2. eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus….,

3. Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “

4. Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil.

Begitu seterusnya… dari melihat cewe bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…,

Harus lebih parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “.

Bisa dibayangkan kan , setelah puas melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ???

Nonton videonya beneran donk ! Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener banget !

Waktu melakukan seks juga begitu…. karena dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks yang dilakukan orang normal yang biasa.

Dia selalu butuh teknik seks yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh.

Makanya kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah penyimpangan seksual.

Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan, penyiksaan dalam seks.

Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ” wuooowwww ” tersebut.

Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.

Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.

Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !

* Neuropiniphrin *
Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan.

Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik.

Instingnya ke bisniiiiis mulu !

Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi.

Otaknya selalu berputar – putar dengan yang namanya pornografi.

Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain lain.

Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” . Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir, gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego gitu )

Lagi berdiri disamping perempuan. langsung otaknya ngeres dah ! padahala perempuannya biasa aja. gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak ! Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak !

Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan. Serign terbayang selalu.

Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungin dengan yang namanya seks.

Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.

* Serotonin *
Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok.

Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. ( itulah betapa shittnya rokok ! )

Itulah efek kerja dari hormon serotonin.

Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar.

Nah saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.

Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man…..

Efeknya ????!!!!

setiap orang itu kesel… orang itu frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang membuatnya tentram.

Sedih ya ??? yaiyalah…

Kalau pelariannya ke hang out bersama teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi ??? yalkkk !

* Oksitosin *
Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ?

Karena hormon oksitosinlah jawabannya.

Saat seorang ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya.

Nah efeknya adalah, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu !

Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara – gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan batin dengan anak tersebut !

Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi.

Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ?

Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut.

Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari.

Jyaaaalllk cuih ! terikat batin dengan pornografi !

Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???

———————————–<>——————————————————————

Bagi yang baca ini setelah ingin memulai terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah kecanduan dan merasa artikel ini ” kok kayaknya gw banget “, silahkan sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!

Kecanduan pornografi sebenarnya sama dengan kecanduan narkoba. Kalau kencauan narkoba jelas keliatan parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.

Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.

———————————–<>———————————————————————

Oia, terakhir nih….,

Saat sebelum seminar ini dimulai, saya diminta oleh Bu Elly Risman untuk melakukan hal ini ! Sampaikan apa yang kalian dapatkan selama seminar ini kepada minimal 3 orang. Dan katakan kepada orang yang anda sampaikan, untuk menyampaikan kepada minimal 3 orang juga.

Saya menuliskan di blog saya ini, saya rasa yang membaca sudah lebih dari 3 orang. So amanah dari si Dr. Randall sudah saya jalankan. Nah buat anda yang sudah baca sampai sini, saya memberikan amanah kepada anda untuk meneruskannya lagi kepada minimal 3 orang.

Boleh anda ceritakan dari satu mulut ke mulut, pajang di tautan facebook anda ( Di bawah ada tombol ” Share On facebook ” ), anda kirim ke email teman anda, copy paste di blog anda. Kalau anda mau copy paste bulet bulet di blog anda juga gak papa. Anda cantumkan sumber dan linknya ya bagus. Gak mencantumkan juga gak papa.

Comments (2) »