Kesalahan terbesar : Keluar rumah pas tahun baru

Mungkin malam tahun ini pertama kalinya aku “turun” jalan. Niatnya sih mau silaturahmi ke rumah om yoyok (omnya miki) di Waru sama miki. Tapi ternyata om yoyok lagi malam tahun baruan di Batu, di rumahnya cuma ada mertuanya. Akhirnya aku dan miki memutuskan balik ke kampus aja. Ketika di Jalan Ahmad Yani, ternyata pintu masuk menuju Surabaya dari arah Sidoarjo ditutup angry.Waktu berangkat, belum ditutup. Macet banget. Mau balik ke Waru, eh ternyata jalan ke arah Sidoarjo juga ditutup. Dan hanya kendaraan beroda empat atau lebih yang boleh lewat (Buset….Ahmad Yani jadi jalan tol, eksklusif banget angry)

Lalu dengan emosi kubilang ke pak polisi yang jaga pintu masuk Surabaya, “Pak, saya mau pulang”. Lalu Pak Polisi menjawab “Sama, rumah saya di menanggal. Saya juga nggak bisa pulang” (Puh, jawaban yang tidak mengenakkan. Kok gak sekalian pulang aja pak malah nongkrong disitu). Mana plat nomor sepeda motor miki B 6332 UBP. Jakarta banget. Disuruh kembali ke kota asal? Kembali ke Jakarta? Gila aja angryangryangryangryangry.

Akhirnya aku lewat jalan menuju Mojokerto. Sebagai orang Surabaya asli yang sudah malang melintang di Surabaya, tentu aku hafal jalanan Surabaya. Akhirnya aku dan miki memutuskan ganti posisi. Aku di depan. Dia kubonceng.

Fiuh, muternya jauh. Sampai akhirnya tembus di Kebraon (kalo lama tinggal di Surabaya pasti tahu betapa jauhnya jarak dari Ahmad Yani – Kebraon – ITS) . Sepanjang jalan yang mengesalkan karena konvo-konvoi yang berisik bin norak (mengutip berita dari Jawapos-Deteksi edisi 31 Januari 2007 yang berjudul “Konvoi sudah kuno” -> Kalau responDet, hampir separo lebih pilih makan-makan (46 persen). Memang masih ada juga yang coba konvoi (21,2 persen). Tapi, si Det ingatkan, konvoi ujung-ujungnya motor rusak. Keluar duit, ortu marah, dan nggak bisa istirahat di awal 2008 karena harus ke bengkel. Kalau makan-makan, bisa mengenyangkan!)

Akhirnya baru sampai kampus Teknik Informatika ITS pada pukul 23.15. Padahal aku dan miki kembali dari rumah om yoyok sekitar jam 20.00. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh gak sampek satu jam, gara2 malam tahun baru harus ditempuh berjam-jam.

Puh whew!…malam-malam tahun baru berikutnya mending tidur di rumah sleepy aja atau ngenet di kampus.
Akhir kata : Met tahun baru buat semuanya partypartypartypartypartypartyparty

1 Response so far »

  1. 1

    alaydoank said,

    erny membonceng miki…
    wohohoho…
    untung aja malem taon baru kmrn…aq k rumahnya andiBagus..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: