Film Ayat-Ayat Cinta dibandingkan dengan novelnya

Ngambil dari blog orang

*****

Indahnya bayangan tak seindah kenyataan.

Ayat-ayat Cinta, sebuah Novel sarat nilai syariah. Banyak istilah-istilah Syariah Islam yang dimasukkan oleh pengarangnya (bahasa Arab, talaqqi, qiraah sabâ’ah, taaruf, nusyuz, fiqih munakahat, fiqih wanita, istikharah, kitab-kitab Islam Klasik, dll). Novel yang penuh nilai-nilai spiritual dan idealisme Islam seperti ini kemudian diangkat ke dalam film “Cinta”. Tentu akhirnya banyak terjadi reduksi nilai-nilai Islam dalam Film ini.

Awal film menceritakan adengan Maria dengan Fahri dan temannya di Flat. Bahkan Maria datang membetulkan komputer Fahri yang rusak. Dalam novel, sebenarnya tidak ada adegan maria masuk ke flat Fahri dkk sampai makan satu baki bersama. Bisa saya jelaskan kenapa Maria selalu mengulurkan keranjang untuk berkomunikasi (minta beliin disket, kasih uang, dll), adalah karena memang budaya Arab tidak mengenal seorang wanita main-main ke tempat Pria. Hal ini tabu.

Sosok Fahri adalah cerminan seorang yang lembut dan teduh, sebagaimana ikhwan pada umumnya. Dalam film tergambar Fahri lebih sebagai pria gaul dengan banyak fans dengan tutur kata yang belum mencerminkan seorang ikhwan.

Selama proses talaqqi, suara tilawahnya sangat jauh beda dengan suara seorang Ferdi Nuril. Terdengar aksen orang asing. Apalagi surat Ar-Rahman yang dibaca terlalu dilagukan. Setahu saya, talaqqy biasa dilakukan hanya dengan bacaan standart agar efektif. Jika dilagukan seperti itu bisa memakan waktu berjam-jam..

Selanjutnya banyak adegan khalwat antara Fahri dengan Maria, terutama di tepi sungai Nil. Akhirnya terkesan di antara keduanya telah terjalin hubungan spesial. Apakah Fahri yang S2 Al-Azhar tidak tahu kaidah ini: “Tidaklah seorang muslim berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya kecuali yang ketiga adalah syetan”?

Nilai Syariah dalam Proses Taaruf yang indah juga hilang. Titik berat film ini lebih banyak pada masalah Fahri di pengadilan. Sedangkan awal film yang semestinya bisa memberi penggambaran tentang proses pernikahan yang baik dan bagaimana pertimbangan Fahri dalam memilih pasangan sebagai contoh seorang pemuda yang ingin menikah
banyak tidak tergambar utuh, sehingga yang tampak malah seorang Fahri yang diburu gadis-gadis. Lengkap dengan surat cintanya masing-masing. Porsi tentang muhasabah dan istikharah menuju jenjang pernikahan yang semestinya bisa menjadi penyampaian pesan “Ayat-ayat Cinta” justru tidak tergambar baik.

Setelah akad seharusnya keduanya saling berpisah, dan menunggu acara walimatul ‘Urs berlangsung untuk kemudian bertemu di malam Zafaf.

Penjelasan Fahri kepada Alicia tentang perintah memukul Istri apabila istri melakukan pembangkangan (Nusyuz) dalam ayat Al-Qur’an terlalu singkat dan tidak memberi gambaran yang utuh tentang syariat ini. Tapi saya salut dengan bahasa Inggrisnya.

Terakhir, adegan yang “berlebihan” seperti berciuman seharusnya tidak perlu ditampilkan. emang yah….disini mah film cuma buat komersil azah…. nilai dakwah yang diharapkan, luntur….

8 Tanggapan so far »

  1. 1

    Peace .. Peace ..🙂

    Ga inGin ikuT terlibaT dLm masalaH pro-konTra noveL & FiLm AAC ini🙂, noveL & FiLm adalaH dua meDia Yang berbeDa ..,, tenTu saja susah tuk dibandinGkan .. masinG” memiLiki segi positive & negative.nYa sendiri🙂

    He3x .. karena ga inGin terlibaT,, aq ga mau kasiH commenT brlebiHan,,
    Coba kunJunGi siTe ini :
    http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/3/AYAT-AYAT_CINTA

    iTu adalaH penJelasan dari suTradara AAC,, mas HanunG .. He3x .. cuma mau neTralin aja ,, menilai sesuaTu ga baik dari negative.nYa aja .., TaPi juga dari positive.nYa🙂

    – Ngambil dari blog orang -,, He3x .. sumber.nYa mana ?? Jadi pGn Tahu😀😀

    Ok ??!!

    – Ci, http://nucifera03haribowo.multiply.com

  2. 2

    Amir Hamsah said,

    Dari blognya sapa?
    setuju bgt tuh, filmnya cuma ambil Islam separoh2.
    contoh di filmnya ada syaiful dan fahri yang makan mie dgn berdiri.
    trus si maria yang masuk flatnya fahri dkk.
    si maria dan fahri yg berduaan d jembatan yg ngomongin soal sungai nil dan mesir yang berjodoh.

  3. 3

    er my nee said,

    sumbernya dari
    http://findingrita.blogspot.com/2007/12/film-ayat-ayat-cinta.html

    si empunya sendiri juga ambil dari milis tetangganya😀

  4. 4

    alaydoank said,

    mending km nulis sendiri aja er…
    biar kesan originalitasnya keliatan…
    oia..bentar lg ada pilem baruan…

    Ada Apa Dengan Alay?

  5. 5

    lyant said,

    wduhh.. ngomongin masalah perbandingan atw perbedaan film ma novel_na bingung mw ngungkapin_na gmn…
    pokok_na terdapat perbedaan deeh..

    tapi di balik itu smua aq suka bgt,,top dueeh…
    n klu bs nee kluar lagi film” seperti itu yang lebih menarik..

  6. 6

    lia said,

    ya, banyak masyarakat yang kecewa akan adanya pemutaran film AAC coz banyak sekali yang tidak sesuai dengan novel yang sebenarnya, padahal banyak sekali masyarakat, terutama membayangkan sesosok fahri yang intelektualnya tinggi, berwibawa, penuh kasih sayang. tapi dalam film sesosok fahri diperlihatkan sebagai fahri yang kasar, yang kurang tegas bahkan keras, selain itu aisya yang harusnya begitu lembut tapi waktu dia naik kereta, suaranya terlalu keras dan seolah-olah nadanya dibuat-buat. mungkin masih banyak lagi perbaikan yang lain yang tidak perlu ditulis secara detail disini! makacih cory kalau da kata2salah, nich semua semata-mata demi kebaikan bersama

  7. 7

    er my nee said,

    @ alay

    aku dah nulis pendapatku sendiri di friendster Review
    Makanya sering2 buka fsku dan kasih comment :p

    @ Iyant

    yup, meski beda, ceritanya tetep bagus sih

    @ lia

    Sesyok ketika membandingkan novel hp 3 dengan filmnya
    Tapi tetep bagus sih

  8. 8

    prasta said,

    waduh
    pantesan tumben kok sangar gtu erny
    copy paste blog orang toh?

    btw, kasian carrisa puterinya mati, coba sblom mati dy dateng ke indonesia, ntar pasti ada org indonesia dri TC ITS yg mau nikahi dy..
    gak kalah sm fahri, hahaha


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: