Menolong dengan pamrih

Kapan hari saya menonton acara reality show “Minta Tolong” di RCTI. Tau khan acara itu. Buat yang gak tau silahkan nonton RCTI sore aku lupa hari dan jamnya, antara senin sampai jumat trus jamnya sekitar dari jam 15.00-17.00 Ada hal unik yang menarik perhatian saya.

Ketika ada seorang anak perempuan dari kru Minta Tolong pura-pura menjual abu gosok dengan harga Rp 17.000 dan uangnya digunakan untuk membeli buku sekolah menjelang ujian. Lalu anak perempuan itu menawarkan abu gosok kepada gerombolan ibu-ibu yang sedang cangkrukan di pinggir sawah. Awalnya mereka menolak dan gak mau beli, lalu ketika anak perempuan itu pergi, kalo gak salah nih, microphone anak itu jatuh (saya telat nontonnya jadi nggak begitu tahu kronologinya sampek akhirnya ketahuan). Ibu-ibu yang melihat langsung mengejar sang anak dan langsung memberi uang karena sudah ketahuan kalo anak itu dari reality show Minta Tolong.

Sang anak yang tadinya ditolak, lalu berkata “Kok ibu sekarang mau nolong saya padahal tadi gak mau”. Lalu si ibu berkata “Saya tadi nggak punya uang nak. Sekarang sudah ada uangnya”. Tapi anak itu malah pergi. Lalu si ibu menyuruh temannya untuk mengejar si anak dan memberikan uang kepada anak itu. Karena terus dipaksa akhirnya anak itu menerima pemberian uang dari gerombolan ibu-ibu tadi. Ketika sang anak pergi, si ibu-ibu seakan menghalangi dan menunggu datangnya orang dari tim Minta Tolong untuk memberi hadiah karena sudah menolong. Namun karena timnya tidak datang juga akhirnya sang anak pergi dan kecewalah si ibu-ibu karena tidak mendapat “ganti rugi”.

Si anak pergi ke tempat lain menawarkan abu gosok dengan harga Rp 17.000. Tapi selalu saja ditolak. Bahkan ada seorang ibu yang menuduhnya ingin menipunya. Lalu akhirnya sang anak sampai kepada segerombolan pemulung. Anak itu menawarkan abu gosok kepada para pemulung yang terdiri dari 3 orang ibu-ibu. Ada seorang ibu yang sepertinya sudah curiga kalo itu dari acara minta tolong. Dia mengajak temannya untuk patungan membeli abu gosok si anak. Tapi temannya tidak bersedia. Lalu si ibu itu bertanya kepada sang anak “Ini dari acara Minta Tolong itu ya”. Lalu si anak menjawab “Bukan buk. Saya mau jual abu gosok ini buat beli buku pelajaran, ibu mau beli nggak?”. Lalu si ibu menjawab “Wah kalo bukan dari Minta Tolong saya gak mau beli”. Si anak berkata “Ya sudah kalo ibu gak mau beli.” Lalu si anak pun pergi meninggalkan segerombolan ibu-ibu pemulung. Tapi si ibu yang dari tadi ngotot kalau anak itu dari reality show Minta Tolong mengejar anak itu terus untuk membeli abu gosok si anak. Akhirnya anak itu pun berkata “Ya sudah kalo ibu  mau beli. Tapi saya bukan dari Minta Tolong. Jadi kalo ibu beli abu gosok ini ibu gak dapet apa2”. Si ibu diam saja akhirnya si anak pun pergi.

Tetapi kamera tersembunyi dari acara Minta Tolong masih merekam kejadian di tempat si ibu dan teman-temannya. Si ibu marah-marah karena teman yang diajak untuk patungan tadi tidak mau. Sambil komat kamit berkomentar kalo sudah ketahuan yang tidak dikasih. Si ibu marah-marah dan membanting uangnya ke jalan. Wow, padahal sepertinya rejeki sudah di depan mata tapi lolos begitu saja.

Setelah ditolak puluhan bahkan ratusan orang selama lebih dari 6 jam, akhirnya ada juga yang mau membeli abu gosok anak itu dengan ikhlas. Seorang ibu penjaga warung kecil dan hidupnya susah dan penuh dengan hutang. Dan itulah akhirnya……

Yah dari acara yang saya lihat, ternyata saat ini memang sudah sedikit orang yang mau menolong dengan ikhlas tanpa pamrih. Mereka maunya simbiosis mutualisme yang artinya saling menguntungkan dalam hal apapun. Ditambah lagi dengan banyaknya penipuan yang beredar jaman sekarang, membuat orang jadi ragu-ragu untuk membantu sesama karena takut ditipu. Contoh nyata adalah sumbangan-sumbangan door to door yang mengatasnamakan suatu panti asuhan padahal itu hanya fiktif belaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: