Pengalaman mengurus sendiri visa ke Jepang

Alhamdulillah akhirnya Allah memberi saya sekeluarga kesempatan untuk berlibur ke Jepang. Teman SMA saya yang baik hati yang suaminya sedang menyelesaikan studinya di Hokkaido University menawarkan untuk mengunjunginya di Hokkaido.

Saya akan menceritakan pengalaman saya mengurus visa sendiri di kedutaan Jepang dengan jenis Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan biaya sendiri tanpa kenalan keluarga/teman, tanpa melalui travel. Meski di Hokkaido nantinya saya memang akan dijemput teman saya, tapi pengurusan visa saya adalah murni turis tanpa kenalan keluarga atau teman di Jepang. Jadi saat mengisi form pengajuan visa, kenalan di Jepang saya isi NONE.

Sekedar catatan, paspor saya adalah paspor non elektronik alias bukan e-paspor. Denger-denger untuk e-paspor memang gratis, tapi tetap mengurus visa waiver yang sekali urus bisa dipakai berkali-kali hingga 3 tahun atau masa berlaku paspor habis mana yang lebih cepat. Dan visa waiver ini gratis. Nah sekarang yang saya bahas adalah mengurus visa dengan paspor non-elektronik. Biaya pembuatan visa jepang harganya selalu diupdate tiap 1 april. Entah tetap, naik, atau bahkan turun. Saat saya megurus visa jepang, biayanya sekitar 330rb per visa.

Saya berangkat ke Jepang bertiga yakni saya, suami, dan putri saya yang masih berusia 3 tahun. Suami berdomisili di jakarta karena dia bekerja di jakarta, sehingga dia mengurus visa jepangnya di kedutaan jepang jakarta. Sedangkan saya berdomisili dan bekerja di Surabaya, jadi saya ngurus visa untuk saya dan anak saya di Konsulat Jepang Surabaya yang berada di Jalan Sumatera. Dan ini adalah pertama kali bagi saya dan suami saya keluar negeri. Jelas donk paspornya masih polos..los..los.

Berikut link untuk mengurus visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan biaya sendiri : website kedutaan jepang

Disarankan mengurus visa paling lambat 2 minggu sebelum berangkat ya. Juga jangan terlalu dini, takut pas sampai disana malah habis masa berlaku visanya. Idealnya 2 bulan sampai 2 minggu sebelum berangkat. Masa berlaku visa turis adalah 3 bulan sejak tanggal visa diterbitkan dengan masa tinggal di Jepang maksimal 15 hari. Jam buka kedutaan Jepang untuk pengajuan visa pukul 8.30 – 12.00. Sedangkan pengambilan paspor buka mulai pukul 13.30 – 15.00. Jika tidak ada masalah, maka visa selesai dalam 4 hari kerja.

Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan visa

  1. Paspor.
  2. Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram)
  3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili)
  4. Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)
  5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang)
  6. Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)
  7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan:Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya
    * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya).

Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 – 8 sebelum diserahkan di loket

Berikut penjelasan poin-poin diatas :

  1. Paspor yang masa berlakunya lebih dari 6 bulan
  2. Formulir permohonan visa bisa didownload dan diisi online lalu diprint atau diprint dulu baru tulis tangan nggak masalah. Untuk foto, bisa foto di studio foto bilang saja mau ngurus visa ke Jepang. Rata-rata studio foto besar sudah pada tahu. Saya foto di studio foto untuk 2 orang, saya dan anak saya, cuma habis 50rb saja sudah dapet masing-masing 4 foto.
  3. Fotokopi KTP atau surat keterangan domisili. Nah berhubung putri saya belum memiliki KTP, maka akta kelahiran dan KK saya sertakan. Namun itu masuk di urutan 7.
  4. Fotokopi Kartu mahasiswa hanya bila masih berstatus mahasiswa. Karena setahu saya bila masih berstatus mahasiswa khususnya S1, maka biaya visanya menjadi gratis. Berhubung saya bukan mahasiswa lagi, poin ini saya lewati😀
  5. Bukti pemesanan tiket. Saya beli tiket di travel. Saya sertakan print-print-an tiket pulang pergi menggunakan Air Asia. Tiket saya PP per orang kena hampir 7 juta. Termasuk mahal sih gara-gara menunda-nunda terus belinya😀. Kalo punya kenalan travel, bisa pake tiket dummy. Mungkin untuk jaga-jaga siapa tau visa ditolak. Tapi kemungkinan ditolak sih kecil sepertinya, asalkan berkas lengkap dan memuaskan. Buktinya, meski paspor saya masih polos, disetujui tuh visa jepang saya.
  6. Itinerary atau jadwal perjalanan selama di Jepang. Bisa didownload linknya dari web kedutaan. Atau mau nyontek punya saya boleh. Tapi itinerary saya hanya sekitaran Prefektur Hokkaido. Itupun hanya 2 kota saja yakni Sapporo dan Otaru. vish_itnr
  7. Nah karena saya mengurus visa dengan menyertakan anak saya, maka saya melampirkan akta dan KK.
  8. Nah ini yang jadi pertanyaan sekaligus momok bagi banyak orang. Jaminan rekening kita. Minimal berapa sih? Banyak blog yang menyebut bahwa jumlah rekening minimal 1 juta x masa tinggal di Jepang ditambah tiket pulang. Tapi ada beberapa blog yang menyebut minimal 40 juta per orang. Wow.

Nah karena suami saya mengurus visa di Jakarta, saya suruh dia urus dulu visanya. Saat itu isi rekeningnya sekitar 16 juta, daaaannnn Alhamdulillah jadi deh visa suami. Tiga minggu setelah visa suami jadi, giliran saya mengurus visa di Konsulat Jepang di Surabaya. Semua persyaratan sudah saya penuhi, dan rekening saya berisi 20 juta untuk 2 orang, yakni saya dan putri saya. Tiba saatnya saya tiba di Konsulat jenderal Jepang Surabaya. Disana semua alat elektronik harus dititipkan di pos satpam dan akan diberi kartu tanda penitipan. Tas boleh dibawa masuk tapi harus melewati CT Scan seperti kalo mau masuk di bandara. Begitu masuk ke ruangan, silakan ambil nomor antrian. saat nomor antrian saya dipanggil, saya serahkan berkas saya yang sudah saya urutkan. Lalu saat diteliti oleh petugas loket, mbak-mbak berhijab bilang ke saya “Mbak, nggak ada rekening lain ya? Kalo 20 juta ini kurang untuk 2 orang”. Saya langsung deg, syok. Lalu saya jawab “ada rekening suami”. Lalu si mbaknya bilang “Iya gak papa, nanti sertakan juga surat nikah untuk bukti”. Lalu saya nanya lagi “misalnya ada penambahan rekening secara mendadak, boleh?”, dan mbaknya bilang boleh.

Lalu seketika itu saya telpon ortu saya, suami saya, sampai adik saya. Saya mau pinjam uang sebesar 20 juta. Mama saya sempat mengomel-ngomel. Karna saya yang mau plesiran malah nyusahin banyak orang . Wakakakak….maafin anakmu ini ma. Setelah terkumpul pinjaman sebesar 20 juta, saya langsung menuju ke Bank untuk setor uang ke tabungan. Setelah terkumpul 40 juta, lalu saya fotokopi buku tabungan saya, langsung kembali ke kedutaan di hari yang sama.  Saya kembali ke Kedutaan dan ternyata pak satpamnya mengingat saya “Loh kok balik lagi mbak”. Saya jawab “iya pak, ada yang kurang”. “Apa yang kurang mbak?” tanya si pak satpam. “Isi tabungan pak”, jawab saya dengan malu malu. Lalu pak satpamnya tertawa sambil berkata “iyo mbak, sing penting iku pancen sangune (iya mbak, yang penting itu memang uang sakunya)”. Wakakak….

Lalu saat masuk di ruang tunggu, dan tiba giliran nomor saya dipanggil, saya serahkan berkas saya. Dilihat-lihat lagi oleh petugas loketnya, dan oke. Lalu saya diberi tanda terima.

Penampakan tanda terima dari kedutaan

P_20160408_095610

Saya mengajukan pada hari rabu, jika dalam 4 hari kerja tidak ada telpon dari kedutaan, maka senin paspor sudah bisa diambil. Tibalah saat hari senin tiba, saya pergi ke kedutaan sekitar pukul 14.00. Masuk, seperti biasa semua alat elektronik dititipkan di pos stapam. Sampai di ruang tunggu, menunggu nomor antrian diambil. Barengan saya mengurus visa ini rata-rata dari travel yang sekali urus paspornya langsung segebok. Sedangkan saya hanyalah wanita berseragam pns perhubungan. Hahaha. Saat nomor saya dipanggil, saya menuju loket dan dimintai biaya sebesar 330rb x 2 = 660rb. Lalu paspor saya dan anak saya diserahkan, dan tadaaaaa…..Alhamdulilah Jepang sudah di depan mata.

P_20160413_192145

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: